BANTUAN SOSIAL DARI PEMERINTAH YANG BERPENGARUH TERHADAP MASYARAKAT DARI KEMISKINAN KATA PENGUSAHA RITEL

Pandemi yang sudah berangsur – angsur ini, membuat ekonomi masyarakat Indonesia menjadi menurun. Menurut Ketua Asosisasi Pengusahan Ritel Indonesia (Aprindo), yang memberikan apresiasi terhadap pemberian stimulus dari pemerintah yang berbentuk bantual sosial ini atau bansos selama pandemi COVID – 19 yang sudah lama berlangsung ini, ucap Roy Nicholas Mandey.

Di sisi lain membuat daya beli masyarakat menjadi sedikit meningkat, bantuan sosial ini juga memiliki peran untuk membuat masyarakat Indonesia yang tidak terlalu larut dari bayang – bayang kemiskinan dan kegelisahan tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari – hari selama masa krisis yang sedang terjadi akibat dari pandemic COVID – 19 ini.

Roy Nicholas Mandey mengucapkan “Pemerintah sudah memberikan banyak stimulus, dikarena kan akan ada nya kemiskinan yang terjadi bila pemerinta tidak memberikan bantuan sosial atau bansos” di dalam sesi teleconference Kamis (13/8/2020).

Roy Nicholas Mandey menambahkan, “jadi, ita sudah tahu situasi saat ini. Kita memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah memberikan stimulus kepada kami,”.

Tidak hanya disitu, Roy juga mengarah kepada para pelaku ritel tradisional yang wajib untuk berinovasi agar dapat mempertahankan kegiatan usaha nya. Salah satu nya dengan cara memperbaiki pelayanan kepada pelanggan dan juga tetap mengutama kan faktor kesehatan, seperti menyediakan spot delivery service yang bertempat di luar toko.

Roy Nicholas Mandey menjelaskan. “sebanyak 90 persen anggota Aprindo yang sudah mengubah bisnis nya, termasuk omnichannel atau bisnis lintas channel, dan kita juga sudah mempersiapkan rencana untuk bangkit”.

Jadi, Roy menarik kesimpulan bahwa para pelaku usaha dan pelanggan agar mau bersama – sama untuk menjaga faktor kesehatan dan keamanan di tengah pandemi COVID – 19 ini. Ini merupakan kunci yang harus di jaga agar meningkatkan daya beli masyarakat.

Roy Nicholas Mandey, mengucapkan bahwa kesehatan dan keamanan harus dapat di terpakan di dalam pola pikir masing – masing. Karena ini adalah hal yang penting untu dilakukan dan harus berlaku disiplin pada semua level di lingkungan soisal masing – masing. Ini juga menjadi hal yang penting untuk dapat mencegah gelombang kedua dari pandemi COVID – 19.

Lalu, sebelum nya ketua satuan tugas (satgas) pemulihan dan transformasi ekonomi nasional budi gunadi sadikin (BGS) yang memberikan pernyataan bahwa menerapkan optimis agar dapat menyelesaikan sejumlah progam bantuan sosial atau bansos di tengah pandemi COVID – 19 sampai dengan akhir tahun 2020.

Rasa percara diri ini dikeluar kan, karena presiden Joko Widodo kerap meneka para pemerintah untuk  bekerja dengan cepat menyalurkan program bantuan sosial tersebut. Yang bertujuan untuk ekonomi nasional agar dapat kembali sembuh pada kuartal ketiga di tahun ini.

BGS mengucapkan pada teleconference, “pak presiden yang selalu memberikan arahan secepat mungkin kita salurkan anggaran pemulihan ekonomi nasional dengan secepat mungkin sehingga dapat bergerak ekonomi nasional. Semoga pada kuartal ke III ini dapat terjadi percepatan dan perputaran pada ekonomi kita” Jumat (7/8/2020).

Pada saat ini, pemerintah sedang fokus dan mengutamakan terhadap empat program bantuan sosial yang memiliki efek yang lebih besar kepada masyarakat. Pertama yaitu program keluarga harapan (PKH) untuk 10 juta keluarga yang paling miskin atau kir – kira 40 juta orang. Dari Rp 37,4 triliun pagu anggara yang sudah di keluarkan, bantuan sosial PKH sampai dengan bulan Agustus 2020 sudah tersalurkan Rp 27 triliun, sekitar 72 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post