MELIHAT BANTUAN SOSIAL YANG DIBERIKAN PEMERINTAH DI TAHUN 2021 MENDATANG

Memang sudah seharunya seperti ini, uluran tangan dari pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi untuk masyarakat menengah ke bawah, yang di mana tidak memiloiki penghasilan tetap. Untuk makan saja terkadang sulit apalagi untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari. Masih berkutat dengan COVID – 19 yang mana sudah dapat dibuktikan memberikan dampak yang sangat buruk untuk perekonomian masyarakat. Yang sulit semakin sulit saja rasanya di setiap harinya, benar – benar untuk bertahan hidup menjadi hal yang sesulit itu untuk dilakukan. Maka dari itu peran dari pemerintah untuk mengedarkan bantuan sosial, sebaiknya merata sampai dengan daerah – daerah pelosok. Karena mereka pastinya sangat kesusahan untuk menghadapi pandemi yang secara tiba – tiba menghadang negara Indonesia ini, selain itu penyebarannya yang sangat cepat ini membuat masyarakt menjadi lebih khawatir.

Ada sebagian orang yang positif corona tetapi tidak ada tanda – tanda atau gejala yang di mana menunjukan bahwa dirinya ini positif. Seperti orang sehat saja dia tidak merasakan apapun, tetapi ketika di uji ternyata hasilnya menunjukan bahwa dia terkena positif corona. Inilah yang menjadi sebuah bencana untuk orang – orang, terlihat baik dan sehat saja nyatanya dia membawa virus corona dan dia pun tidak menyadari dan merasakannya.

Sehingga bantuan sosial dari pemerintah sangat dinantikan oleh masyarakat, kabar gembiranya bantuan sosial ini akan terus berjalan sampai dengan tahun depan. Karena Kementrian Sosial yang berikan anggaran untuk kebutuhan negara dengan jumlah Rp 92,82 Triliun, yang sudah tercantum di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Juliari Batubara selaku menterian sosial menuturkan bahwa, anggara yang sudah dikucurkan tersebut sebagian besar tentunya dialokasikan kepada program bantuan sosial. Bila diukur dari sekala persen, bantuan sosial mendapatkan 92 persen atau sama dengan Rp 85,5 Triliun yang siap dipakai pada program – program bakti sosial mendatang.

Juliari Batubara mengatakan, “Kalau dilihat dari sisi penganggaran Kemensos cukup simpel, sebagian besar, 92 persen belanja bansos, sisanya adalah belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal,” *.

Sudah direncakan untuk tahun 2021, bahwa ada tiga program bantuan sosial yang akan dilakukan ini. Untuk progam yang pertama, melanjutkan kembali Program Keluarga Harapan yang di mana mendapatkan kucuran dana sebanyak Rp 28,7 Triliun. Bila diperhitungkan dengan dana yang sudah ditetapkan ini, akan menargetkan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat. Para keluarga yang menerima manfaat ini, jumlah dari bantuanya menyamakan dengan program penerima keluarga manfaat di tahun sekarang ini.

“Dan arahan bapak presiden (Joko Widodo) juga program ini akan kami sempurnakan juga dalam rangka dalam membantu percepatan penanganan stunting,” * ucap Juliari.

Untuk program yang kedua yang akan dilakukan pada tahun depan yaitu kartu sembako, sebagaimana yang sedang dilakukan programnya pada tahun sekarang. Kucuran dana yang dipersiapkan untuk kartu sembako ini sejumlah Rp 45,12 Triliun, dengan dana sebanyak itu akan diberikan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat. Para keluarga yang akan menerikan kartu sembako ini memiliki jumlah Rp 200.000.

Juliari mengucapkan bahwa, “ Ini akan kita teruskan untuk juga menjaga daya beli. Memastikan konsumsi keluarga dengan income terbawah tetap terjaga, khususnya di saat pandemi seperti ini,” *.

Dan program yang terakhir merupakan bantuan sosial tunai, dengan kucuran dana Rp 12 Triliun, yang ditargetkan kepada 10 juta KPM. Sayangnya bantuan sosial tunai ini, jumlah yang diterimanya akan menurun yang asalnya Rp 300.000 jadi Rp 200.000 / bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post