BEBERAPA BANTUAN SOSIAL YANG DI ULURKAN PEMERINTAH UNTUK PANDEMI COVID – 19

Pemerintah sudah memberikan penambabahan anggaran belanja yaitu sebanyak Rp 405,1 triliun ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020, yang akan di pergunakan untuk penanganan wabar dari COVID – 19 ini. Fokus dari anggaran pada stimulus ke tiga ini terbagi menjadi empat, yaitu belanja pada bidang kesehatan, jaring pengaman sosial (social safety net), dukungan kepada industry, juga untuk program pemulihan ekonomi nasional.

Di dalam jaringan pengaman sosial, pemerintah memberikan beragam bantuan sosial atau biasa di singkat dengan bansos untuk masyarakat yang terkena dari dampak COVID – 19 ini. Pemerintah mengharapkan bantuan sosial ini dapat membantu masyarkat dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari nya dari pangan dan menjaga daya beli.

Anggaran yang sudah disiap kan pemerintah untuk pemberian bantuan sosial ini yaitu sejumlah Rp 110 triliun. Rincian dari bantuan sosial yang sudah disiap kan oleh pemerintah antara lain adalah program keluarga harapan atau PKH, kartu sembako, kartu prakerja, bantuan langsung atau BLT, dan lain – lain.

Untuk PKH atau program keluarga harapan pada tahun ini pemerintah memberikan kenaikan anggaran PKH yang asal nya Rp 29,13 triliun menjadi Rp 37,4 triliun. Skema nya pun di ubah dari yang asal nya per tiga bulan, sekarang menjadi per satu bulan yang di berlakukan pada bulan April 2020.

Tidak hanya itu pemerintan juga memberikan kenaikan pada target yang menerima PKH, dari yang asal nya Rp 9,2 juta KPM (keluarga peneriman manfaat) sekarang menjadi Rp 10 juta KPM (keluarga penerima manfaat).

Berdasarkan dari data per tanggal 15 April 2020, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (DPJB Kemenkeu) yang sudah mencair kan anggaran PKH sejumlah Rp 16,4 triliun atau bila di persen kan sebesar 43,85 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 37,4 triliun.

Data penyaluran ini pun sudah termasuk ke dalam perluasan target penerima bantuan sosial yaitu sebanyak 800.000 KPM (keluarga penerima manfaat) pada masa pandemic COVID – 19.

Kemudian, pemerinta juga sudah mencairkan anggaran untuk kartu sembako yang bernilai Rp 14 triliun atau bila di persen kan sebesar 70 persen dari pagu yang sebesar Rp 20 triliun. Anggaran ini, yang akan mencakup penyaluran sampai pada periode bulan Mei tahun 2020.

Pada tahun ini pemerintah juga sudah menambahkan target penerim dari kartu sembako, yang asal nya sebesar 15,2 juta menjadi 20 juta KPM (keluarga penerima manfaat). Anggaran dari bantuan sosial ini pun di tingakat kan, yang pada awal nya Rp 150.000 per bulan, sekarang menjadi Rp 200.000 per bulan, dengan total anggaran yang sudah disiap kan senilai Rp 43,6 triliun.

Data dari penyaluran kartu sembako ini juga suka mencakup  pada perluasan target KPM (keluarga penerima manfaat) pada masa pandemi COVID – 19.

Selain itu, saat sedang masa pandemi COVID -19 seperti ini, pemerintah juga memperluas dari target penerima program kartu prakerja yaitu untuk 5,6 juta orang, dengan anggaran yang dikerah kan sebesar Rp 20 triliun.

Fokus dari program kartu prakerja ini adalah pelatihan untuk meningkatkan masyarakat agar dapat bersaing di pasar nasional dan pasar internasional. Lalu, ada kelompok masyarakat yang menjadi target adalah pengangguran, masyarakat yang terkena PHK, untuk pegawai yang low skill yang ingin menunjukan kualitas nya menjadi tingkat manajerial. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post