KORLANTAS MELAKUKAN RAPID TEST GRATIS KEPADA SUPIR BUS HINGGA PEMPROV DKI YANG MENCAIRKAN DANA KESEJAHTERAAN

Segala bentuk bantuan yang disalurkan oleh pemerintah, terus dilakukan sampai dengan saat ini. Mengingat virus COVID – 19 yang tidak kunjung minggat dari negara ini, membuat penangananya harus dilakukan secara extra. Sehingga gencar terus dilakukan cara untuk bisa menangani virus corona yang terus membabi buta menyerang masyarakat dan mencari korban, yang tidak bisa taat dan patuh kepada protocol kesehatan yang sudah diberlakukan. Pemerintah melakukan berbagai cara, agar rantai penyebaran corona ini bisa dihentikan sesegera mungkin. Karena waktu yang sudah berlalu ini tidak terasa sudah hampir delapan bulan, berkutat dengan virus corona yang tidak kunjung menemukan titik terang. Apakah virus ini akan hilang dari tanah air ini secepat mungkin, atau bagaimana. Entah tidak ada yang bisa memastikan semua ini.

Bantuan dari pemerintah yang diberikan untuk bisa memutus rantai penyebaran corona ini salah satunya adalah dengan menyelenggarakan rapid test. Korlantas atau Korps Lalu Lintas Polri yang menyelenggarakan kegiatan bakti sosial, yaitu melakukan kegiatan rapid test dan tentunya dilakukan tanpa di pungut biaya sama sekali alias gratis. Ini berlaku untuk para pengemudi serta kondektur dari bus. Karena para pengemudi dan juga kondektur bus selalu berada pada situasi bersama dengan banyak orang didalam satu ruangan. Tentunya ini merupakan keadaan yang sangat membahayakan, untuk supir itu sendiri dan juga untuk orang lain. Tetapi dia tidak memiliki cara lain untuk dilakukan agar bisa menghindari situasi seperti ini, karena ini adalah pekerjaan yang harus dilakukannya untuk bisa tetap bertahan hidup dikala pandemi yang sedang terjadi ini. Selain memberikan rapid test dengan gratis, mereka pun menerima sembako.

“Pagi hari ini kita melakukan lagi bakti sosial di salah satu titik di pool bis. Kemarin rekan-rekan pengayuh becak, sekarang pool bis dikarenakan mereka ini hari-harinya melayani masyarakat yang rentan terhadap kesehatan,” * tutus Karkorlantas Irjen Pol Istiono.

Para pengemudi bus juga menjadi salah satu rekan dari kepolisian lalu lintas yang dimana menjadi contoh juga cerminan bagi tata tertib berkendara di jalan raya. Sehingga dari para pengemudi dan juga kondekturnya harus bisa terjaga, kesehatan terjaga aktivitas mencari nafkah pun bisa terus berjalan bukan.

Selain itu Istiono memiliki harapan kepada para pengemudi dan kondektur bus untuk menjadi panutan kepada masyarakat, dengan melakukan protokol kesehatan dengan baik seperti mencuci tangan, memakai masker, dan  menjaga jarak.

“Mereka sebagai potret yang harus patuh terhadap 3M. Oleh karena ini saya berharap banyak dari supir bis ini menjadi duta kita untuk mensosialisasikan 3M,” * tambah Istiono.

Penyelenggaraan dari bakti sosial yang dilakukan tersebut, tentunya memberlakukan protokol kesehatan yang berlaku.

Pemprov DKI Mencairkan Dana

“Pencairan dana KLJ dan KPDJ sudah dapat dilakukan sejak Senin, 14 September 2020. Sebelumnya, pencairan dana triwulan dua (April, Mei, Juni) juga telah dilakukan pada pertengahan Agustus lalu,” * ucap Ahmad Taufiq selaku Kepala Seksi Jaminan Sosial, Dinas Sosial DKI Jakarta.

Pemberian bantuan  ini diberi dalam bentuk kartu ATM Bank DKI, yang dibisa digunakan sebagai transaksi. Ini diberikan kepada para lansia serta penyandang disabilitas yang mempunyai KLJ dan KPDJ.

“Jumlah dana yang diterima setiap lansia sebesar Rp 600 ribu per bulannya, dan sebesar Rp 300 ribu bagi penerima KPDJ. Dana tersebut dapat dicairkan tiap tiga bulan sekali,” * Tambah Ahmad Taufiq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post