Tag: Berita Sosial

Cara Cek Lolos Atau Tidaknya Peserta Kartu Prakerja Gelombang 21

Pendaftaran peserta Kartu Prakerja gelombang ke-21 sudah ditutup pada 19 September 2021, Minggu pukul 23.59 WIB kemarin. Untuk yang sudah mendaftar program kepesertaan Kartu Prakerja ini, hanya perlu menunggu pengumuman lolos atau tidaknya menjadi peserta pada gelombang ke 21 ini.

Sebetulnya, ada beberapa cara yang dapat kalian lakukan untuk mengecek apakah kalian lolos atau tidaknya. Karena itu, berikut adalah cara-cara mengecek kepesertaan di Kartu Prakerja.

1. SMS

Cara pertama untuk cek apakah kalian lolos atau tidak menjadi peserta penerima Kartu Prakerja, kalian bisa melakukan pengecekan melalui SMS yang masuk. Nantinya, panitia Kartu Prakerja akan mengirimkan notifikasi lewat SMS kepada peserta yang dinyatakan lolos. Kalian harus memastikan bahwa nomor yang kamu masukkan saat mendaftar adalah benar dan aktif, karena pengumuman melalui SMS ini akan dikirimkan ke nomor telepon yang telah didaftarkan sebelumnya.

Jika pendaftar mendapatkan pemberitahuan lolos, maka dapat mengikuti langkah selanjutnya sesuai petunjuk yang ada. Namun jika tidak lolos, jangan berkecil hati. Kamu bisa mengikuti pendaftaran gelombang selanjutnya. “Kamu tidak perlu memasukkan semua data lagi untuk pendaftaran ulang. Jangan berkecil hati, kamu masih bisa memilih Gelombang berikutnya,” tulis Prakerja. Tapi, biasanya untuk peserta yang tidak lolos juga tidak akan mendapatkan notifikasi apapun.

2. Dashboard Prakerja

Selain menunggu notifikasi SMS masuk, kalian dapat login ke laman prakerja dengan menggunakan akun kalian sendiri lalu cek dashboard di laman prakerja.

Kalau disuarakan lolos, nomor Kartu Prakerja akan tertera dan timbul status saldo pada dashboard akun. Tetapi jikalau tak lolos, akan menerima notifikasi pada dashboard dengan keterangan “Kamu Belum Berhasil”. Adapun untuk bisa memandang nomor Kartu Prakerja, kau perlu menonton 3 video yang sudah disediakan. Sejatinya, video hal yang demikian berisi kabar dasar mengenai Kartu Prakerja, mulai dari mengenali tantangan di dunia kerja hingga penjelasan manfaat Kartu Prakerja. “Kamu juga tidak dapat menutup video jika belum selesai menonton atau mempercepat laju video. Apabila kamu mengalami kendala saat menonton video, kamu dapat menghubungi kami di Formulir Pengaduan,” tulis situs Prakerja.

Akan ada gelombang tambahan Sejak Gelombang 1 dibuka pada 11 April 2020 hingga pengumuman penerima Gelombang 20 pada 15 September 2021, program ini sudah memiliki 10,6 juta penerima manfaat. Rinciannya, 5,5 juta peserta pada 2020 serta 5,1 juta penerima Kartu Prakerja pada 2021. Seperti pada pendaftaran Kartu Prakerja di semester sebelumnya, setiap periode pembukaan gelombang akan selalui ada gelombang tambahan. Louisa mengonfirmasi akan ada gelombang tambahan di semester kedua tahun 2021, yang diambil dari kuota kepesertaan yang dicabut.

Jika penerima tidak membeli pelatihan Prakerja dari batas waktu tersebut, kuota dan bantuan Prakerja akan dicabut, kemudian dialihkan pada penerima lainnya di pembukaan gelombang tambahan.

Mencairkan BLT UMKM Tahap 2 Tanpa Antri

Kemenkop UKM atau Kementerian Koperasi dan UKM sudah mendapatkan perintah dari presiden untuk melanjutkan program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau yang biasa dikenal sebagai BLT UMKM tahap 2 sebesar Rp. 1,2 juta. Pada tahap kedua ini, alokasi anggaran yang diberikan adalah sebesar Rp. 3,6 trilliun yang nantinya akan diberikan untuk 3 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang terkena dampak pandemi COVID-19 dengan harapan dapat membantu para pelaku UMKM agar dapat tetap bertahan dengan kondisi seperti saat ini.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, gerald howarth Eddy Satriya mengatakan, hingga saat ini, penyaluran BLT UMKM sudah mencapai 92,53% dari alokasi anggaran yang ada. Dengan penerima BLT UMKM sebanyak 99,4% merupakan pelaku usaha mikro dengan omset tahunan di bawah Rp. 300 juta.

Di dalam pertemuan daring BPUM, Eddy Satriya juga menyebutkan bahwa sudah ada 2,04 juta pelaku UMKM yang menerima BPUM tahap 2 ini dengan total dana sebanyak Rp. 14,21 Trilliun dari dana yang dianggarkan oleh pemerintah untuk program ini mencapai 15,36 Trilliun.

Agar pelaku UMKM dapat menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Warga Negara Indonesia.

2. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

3. Memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM dari pengusul BPUM beserta lampirannya.

4. Bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI/Polri, dan pegawai BUMN/BUMD.

5. Tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Jika sudah memenuhi persyaratan di atas dan terdaftar di status kepenerimaan BPUM, maka pencairan dana dapat dilakukan melalui bank penyalur yang sudah ditetapkan seperti BRI atau Bank Rakyat Indonesia.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga telah mengembangkan sistem reservasi online untuk penerima BPUM yang ingin mencairkan bantuan di BRI. Penerima dapat mengecek status kepenerimaan BPUM dan juga mendapatkan kuota antrean untuk memilih Unit Kerja Operasional atau bank tempat pencairan dana serta tanggal penyaluran melalui e-form BRI di tautan eform.bri.co.ud/bpum.

Reservation System ini diharapkan dapat mencegah adanya kerumunan di Bank dan juga menhindari adanya antrean panjang. Karena penerima BLT UMKM tidak harus lagi datang secara langsung ke UKO dan dapat tetap terlayani dengan nyaman.

Penerima BLT UMKM juga dapat memindahkan tanggal reservasi dengan membuka kembali e-form dan membatalkan tanggal yang dipilih dengan memasukkan nomor referensi antrean.