Tak perlu kebingungan bila ke tempat yang harus mempunyai sertifikat vaksin. Apalagi ketika data vaksin anda rupanya salah. Tapi tidak usah khawatir karena sekarang kalian sudah dpat mendownload sertifikat vaksin dan mengubah data informasi yang tidak benar melalui fitur layanan chat whatsapp.

Sebelumnya sertifikat didownload lewat program dari situs http://jamesandkati.com/ setelah melakukan login. Bila terjadi permasalahan dengan sertifikat itu, warga dapat lakukan aduan lewat e-mail dan Call Center 119.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selanjutnya menambahkan service chatbot WhatsApp PeduliLindungi untuk memudahkan service yang terkait dengan sertifikat vaksin.

Kecuali mengambil sertifikat, Anda pun bisa ajukan aduan untuk menukar data sertifikat yang keliru seperti nama dan memeriksa status vaksinasi.

Tentukan “Sertifikat Vaksin” pada Menu Khusus

  • Masukan nomor telephone yang tercatat pada program PeduliLindungi
  • Seterusnya masukan code OTP yang dikirim ke nomor telephone yang ditempatkan awalnya.
  • Selanjutnya tentukan menu “Unduh Sertifikat” untuk mengambil sertifikat vaksin Anda.
  • Langkah tukar data sertifikat vaksin yang keliru di WhatsApp PeduliLindungi Mengontak WhatsApp Kemenkes RI di nomor 081110500567.
  • Selanjutnya akan keluar tulisan “Selamat datang di WhatsApp resmi Kemenkes RI”, click pada Menu Khusus dan tentukan service.

Tentukan “Sertifikat Vaksin” pada Menu Khusus

  • Masukan nomor telephone yang tercatat pada program PeduliLindungi
  • Seterusnya masukan code OTP yang dikirim ke nomor telephone yang ditempatkan awalnya.
  • Selanjutnya tentukan “Ganti Data Diri”. Anda akan disuruh masukkan nama yang dipakai untuk mendaftarkan vaksin.
  • Begitu langkah untuk unduh sertifikat vaksin dan ubah data yang keliru lewat WhatsApp PeduliLindungi.
  • Walau Anda telah memperoleh vaksin, masih aplikasikan prosedur kesehatan dengan ketat untuk menahan penebaran Covid-19.

Selain itu QR Code PeduliLindungi sedang dilakukan proses integrasi dengan lebih dari 50 aplikasi mitra dan secara bertahap melakukan implementasi sampai bulan Oktober.

50 aplikasi mitra tersebut di antaranya Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, Dana, Living Mandiri, Cinema XXI, Link Aja, Goers, Jaki, Shopee, BNI Mobile, Loket.com, Mcash, dan  35 aplikasi mitra lainnya yang saat ini sedang dilakukan uji coba menggunakan PeduliLindungi.

Integrasi QR Code PeduliLindungi ini adalah dalam rangka memperluas cakupan penggunaan QR Code PeduliLindungi. Sejak awal Juli hingga sekarang sudah lebih dari 73 juta penggunaan dan lebih dari 25rb merchants tergabung. Ke depannya akan terus bertambah lagi.

Implementasi PeduliLindungi ini sudah demikian luas yang awalnya hanya digunakan di beberapa tempat ataupun sarana publik seperti industri transportasi, pariwisata, kantor juga sedang diujicobakan untuk di lingkungan sekolah.

Menteri Kesehatan mengatakan aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk tiga fungsi utama dalam penanganan pandemi COVID-19, yakni fungsi pertama melakukan skrining terutama di 6 aktivitas yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Skrining tersebut berupa skrining status vaksinasi dan juga status swab test.